BIAYA & JADWAL KEBERANGKATAN
Situs - Situs Kunjungan
Egypt - Mesir
Israel - Palestina
Yordania
TIPS PERJALANAN ZIARAH
OLEH2 DARI TANAH PERJANJIAN
PENERBANGAN & HOTEL
SYARAT & KETENTUAN
INFORMASI NILAI TUKAR RUPIAH



page hit counter
Lezatnya Ikan Petrus
"Simon Petrus naik ke perahu lalu menghela jala itu ke darat, penuh ikan-ikan besar: seratus lima puluh tiga ekor banyaknya, dan sungguhpun sebanyak itu, jala itu tidak koyak" [Yoh 21:11]. Sudah menjadi berita populer, yang mengatakan, jika Anda berada di Tiberias-Israel, jangan lupa menyantap Ikan Petrus (St. Peter's Fish).


Shalom...

Ikan Petrus goreng atau bakar biasanya dihidangkan bersamaan dengan kentang goreng di dalam sebuah piring besar, dan sebuah lemon untuk menambah cita rasa. Tentunya bagi kita orang Indonesia, pihak restoran juga menyediakan nasi putih hangat (hanya sayangnya untuk nasi putih kadang mereka menyediakan terlampau sedikit dibanding dengan jumlah orang yang ada). Menu lain, sebagai pendamping menyantap Ikan Petrus, juga tersedia roti dan salad sayur khas mediterania. Agar santapan Ikan Petrus menjadi bercita rasa makanan khas Indonesia, kami menyarankan Anda membawa juga, sambal, kecap-rawit saset, sehingga santapan akan menjadi lebih sesuai dengan lidah kita yang sudah terlanjur kental dengan bumbu-bumbu penyedap rasa.

Sebenarnya, bagi kita, Ikan Petrus bukanlah barang baru, karena hampir seluruh pulau di Indonesia memiliki ikan yang akrab dikenal sebagai Ikan Nila (Ikan Nila adalah species/jenis yang lebih kecil dari Ikan Petrus. Pada umumnya Ikan Petrus dikenal dengan nama Tilapia), di Indonesia di restoran-restoran yang menyajikan masakan khas Manado, ikan ini juga menjadi komoditi yang sangat populer, disajikan  dalam bentuk bakar maupun goreng dengan bumbu sambal rica-rica, atau bahkan disajikan dalam bentuk lainnya seperti Ikan Nila Kuah Asam. Yuuummy...

Mengapa Tilapia kemudian populer dengan nama Ikan Petrus? Singkat ceritanya berawal dari kisah Injil Matius tentang Rasul Petrus yang diminta Tuhan Yesus untuk memancing ikan di danau, dan dari ikan pertama yang dipancingnya akan didapatinya mata uang empat dirham yang akan  dipakai untuk membayar pajak [Baca Mat 17:27].  Berdasarkan kisah ini nama Ikan Petrus, yang awalnya hanya dikenal di lingkungan nelayan Tiberias, dikemudian hari menjadi sangat popular, apa lagi saat ini di sekeliling Danau Tiberias banyak sekali tumbuh restoran-restoran yang menyediakan hidangan Ikan Petrus.

Jika kita belajar dari Alkitab tentang tradisi/kebiasaan  masyarakat Tiberias untuk waktu mereka mengkonsumsi Ikan Petrus, kita akan dapati beberapa ayat yang mengacu pada kebiasaan tersebut, sebagai berikut: “Ketika hari mulai siang, Yesus berdiri di pantai; akan tetapi murid-murid itu tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus” [Yoh 21:4], ayat ini menerangkan bahwa, saat itu menunjukan matahari mulai terbit kemudian dikuatkan lagi dengan ayat 12 pada pasal yang sama: Kata Yesus kepada mereka: Marilah dan sarapanlah..." [Yoh 21:12], ayat ini juga menguatkan bahwa saat itu adalah pagi hari [Baca selengkapnya Yohanes 21: 1-13]. Jadi dari sumber akurat diatas kita ketahui bahwa kemungkinan terbesar kebiasaan mengkonsumsi Ikan Petrus dilakukan saat santap pagi (sarapan).
 
Sepertinya tidak akan ada tradisi lain yang didukung oleh Alkitab untuk menyatakan dan menguatkan tentang hal makanan sarapan khas orang-orang pada masa Tuhan Yesus. Para ahli mengistilahkan tradisi sarapan ini dengan "The Galilean Braekfast". Saat ini sejalan dengan berbagai kemajuan teknologi dan perubahan kebiasaan, Ikan Petrus bukan hanya menjadi menu sarapan pagi bagi masyarakat Galilea, tetapi juga sudah menjadi menu makan siang yang istimewa untuk para tamu kota Tiberias, khususnya bagi mereka yang datang berziarah kesana. Secara lengkap jika menu Ikan Petrus disajikan dalam bentuk sarapan pagi (Galilean Braekfast), biasanya tersedia:
  • Grilled Mackerel on a Stick
  • Sweet Barbels
  • St. Peter's Fish with Parsley Sauce
  • Pistachio-Crusted Sunfish
  • Eggplant and Cheese Casserole (Almodroten)
  • Israeli Breakfast Salad
  • Mana´ish with Goat Cheese and Black Peppermint Tea
  • Campfire Cinnamon Coffee Cake
  • Galilean Sand Cake.
Saudaraku, hidangan Ikan Petrus baik dalam bentuk sarapan pagi ataupun santapan siang, secara fisik memang dapat memberikan kepuasan karena kelezatannya, dan juga mengenyangkan kita, terlebih saat Ikan Petrus dihidangkan panas-panas, ditambah saat itu memang kita dalam kondisi yang cukup lapar, sungguh menjadi santapan yang sangat lezat.
Itulah sekelumit cerita popular dan menghebohkan tentang Ikan Petrus dari Tiberias.


Kepopuleran St. Peter’s Fish bukan hanya seperti/sekedar cerita diatas,  di sisi lain, ternyata secara rohani di tingkat para ahli Alkitab juga telah menjadi bahan diskusi dan perdebatan yang sangat seru, yang berawal  dari Kitab Injil Yohanes 21: 1-13. khususnya pada ayat 11:  “Simon Petrus naik ke perahu lalu menghela jala itu ke darat, penuh ikan-ikan besar: seratus lima puluh tiga ekor banyaknya, dan sungguhpun se banyak itu, jala itu tidak koyak” [Yoh 21:11].
 
Jika kita secara awam mencoba membedah ayat di atas maka, disebutkan disitu ada 153 ekor ikan besar yang terjala, dan jalanyapun tidak koyak. Tuhan Yesus menyediakan 153 ekor ikan (pertanyaannya kenapa 153 ekor ikan-ikan besar, dan bukan dengan jumlah lainnya atau secara manusia, kenapa tidak berjumlah 200 ekor saja misalnya?). Terlebih diketahui, sesaat sebelumnya murid-murid sudah berusaha semalam-malaman, namun tidak ada satupun yang mereka peroleh. Lalu bersamaan dengan diperolehnya 153 ekor yang ditarik Petrus ke darat, Tuhan Yesus juga meminta beberapa ekor untuk diolah menjadi sarapan pagi (para ahli memperkirakan jumlahnya adalah 3 ekor; untuk hal ini dilain waktu saya berjanji akan mencarikan dan menyampaikan referensi tentang jumlah ini kepada Anda). Setelah siap diolah kemudian Tuhan Yesus mengajak mereka sarapan. Kata Yesus kepada mereka: "Marilah dan sarapanlah…"  [Yoh 21: 12].

Dengan tercatatnya secara detail angka jumlah 153 ekor dalam Yohanes 21:11 saya yakin bahwa Tuhan Yesus mempunyai maksud tertentu atas angka itu; saat inipun sudah sangat banyak literatur dan pendapat para ahli Alkitab tentang keberadaan angka 153 dalam Yohanes 21:11 ini, diantaranya yang dapat saya sampaikan adalah dari John Estorge, sebagai berikut:

  • Jumlah angka 153 ekor Ikan besar mewakili nama Ibrani untuk Allah "YHWH" yang tercatat dalam kitab Kejadian sebanyak 153 kali. Dengan demikian angka ini dipercaya sebagai angka yang mewakili nama Allah.
  • Pada abad ke 4 pernah diasumsikan bahwa jumlah angka 153 mewakii species ikan Tilapia yang ada, sehingga seorang bapa Gereja mula-mula bernama Jerome, melihat bahwa jumlah 153 secara simbolis mewakili semua gereja yang mencakup semua jenis individu dari setiap suku, bahasa dan bangsa yang ada di dalamnya.
  • Menurut Agustinus angka 153 itu penting karena merupakan jumlah dari 17 bilangan bulat pertama (1 +2 +3 +4 +5 +6 +7 +8 +9 +10 +11 +12 +13 +14 +15 + 16 +17 = 153). Dan ini menjadi signifikan karena angka 17 adalah kombinasi dari kasih karunia Allah dalam 7 karunia Roh ditambah 10 Perintah Allah (10 hukum + 7 Karunia Roh = 17).

FAKTOR PENDUKUNG

Bagi saya 3 faktor pendukung yang disampaikan oleh John Estorge diatas mungkin saja memiliki banyak kebenaran dan faktor pendukungnya, hanya saja akan menjadi suatu yang cukup rumit untuk ditelaah; belum lagi ditambah kebingungan atas kewajaran proses pengolahan data itu sendiri (angka 153). Maka agar tidak menambah kebingungan kita, saya akan berusaha menampilkan kewajaran dan khususnya kesederhanaan proses pengolahan datanya (angka 153), sehinggga factor dukungan menjadi langsung dapat dimengerti.

Jika kita melihat dan memperhatikan dengan seksama jumlah angka 153 yang tertera pada Yohanes 21:11, secara kasat mata kita dapat melihat dan diketahui terdiri dari urutan angka 1, 5 dan 3. Berdasarkan hal itu secara harfiah proses pengolahan data dari jumlah angka 153, juga akan dilakukan berurutan secara harfiah, dimulai dari angka 1, 5 dan 3 (Bukan 100, 50 dan 3). Namun sebelum hal itu dilakukan, terlebih dahulu marilah kita lihat masing-masing arti dari angka 1, 5 dan 3, didasari pada literatur The Meaning of Number in the Bible:
  • Angka 1 = Mewakili Keberadaan Allah Pencipta Langit dan Bumi *)
    Referensi Alkitab: [Mat 6:33 Mat 22:37-38; Mrk 12:29-30; Kel 20:3; Yes 44:6; Yes 48:12-13; Why 1: 17; Why 2:8; dan Why 22:13].
  • Angka 5 = Mewakili Rahmat (Grace) Tuhan, angka harmonis (median) *)   
    Referensi Alkitab: [Ul 4:7,20,32,37; Ul 8:11,17; Mzm 5:12; Kej 15:9; 1Kor 14:19; Yoh 4:23; Mzm 65:4; Yoh 1:16].
  • Angka 3 = Mewakili Lambang Trinitas *)
    Referensi Alkitab: [Ul 6:4; Yes 48:16; Mat 28:19; Yoh 6:27; Kis 5:3-4;  2Kor 13:14; Ibrani 1:8].
 
MENGOLAH DATA ANGKA 153
 
Sekarang marilah secara awam kita olah harfiah angka 1, 5 dan 3 ini, kita akan mencobanya secara urut  dengan menambahkan angka-angka tersebut menjadi sebagai berikut:
  • 1 + 5 = 6, Dalam proses pengolahan ini kita memperoleh angka 6,  kemudian kita lanjutkan pada urutan proses yang kedua.
  • 5 + 3 = 8, Dalam proses pengolahan ini kita memperoleh angka 8, kemudian kita lanjutkan pada urutan proses yang ketiga, sebagai proses terakhir.
  • 1 + 5 + 3 = 9, Dalam proses pengolahan terakhir ini kita memperoleh angka 9..
Maka secara keseluruhan kita mendapatkan hasil angka baru yang terdiri dari angka-angka 6, 8 dan 9. Marilah sekali lagi terhadap angka-angka ini,  kita juga mencarikan referensi ahli Alkitab untuk mengetahui maksud dari keberadaan angka-angka yang dihasilkan dalam  proses pengolahan secara urut ini.

  • Angka 6 = Mewakili ketidaksempurnaan, angka manusia; angka keberadaan manusia tanpa Allah *)
    Referensi Alkitab: [Kej 1:26-31; Kej 2:7; Kej 3:24; Yes 2:11; Yes 2:17; Yes 2:9; Yes 5:15; 2Sam 7:19; Mzm 8:4 ].
  • Angka 8 = Mewakili nama Tuhan Yesus dalam Bahasa Yunani = I H S O U S (iota, eta, sigma, omicron, upsilon, sigma). Jika satuan huruf-huruf tersebut diberikan nilai berdasarkan aturan Greek Ionic Ciphered Numeral System, maka akan diperoleh jumlah dari masing-masing huruf sebagai berikut: I=10, H=8, S=200, O=70, U=400 S=200 atau jika dijumlahkan menjadi: 10+8+200+70+400+200=888 *)
    Referensi Alkitab: [2Ptr 2:5; 1Ptr 3:20; Kej 17:12; Kol 2:11; Kel 22:29-30; Rom 2:28-29; 2Kor 5:17; Efs 2:10; Efs 4:23-24].
  • 9 = Mewakili angka final, Akhir Zaman, dan Penilaian Komitmen atas Tuhan Yesus sebagai "Anak Manusia" *)
    Referensi Alkitab: [Yoh  5:27; Kis 17:31; Ibr 3:11 Gal 5:22-23].

HASIL PENGOLAHAN DATA ANGKA 153
 
Pengolahan atas angka 1, 5 dan 3 menghasilkan anka 6, 8 dan 9, maka jika di jabarkan akan memperoleh arti sebagai berikut:
  • 1 + 5 = 6, Allah dengan rahmat-Nya hadir sebagai Manusia
    1 (Alllah) + 5 (Rahmat/Mediasi) = 6 (Anak Manusia);
  • 5 + 3 = 8, nama-Nya Yesus;
    5 (Rahmat/Mediasi) + 3 (Fungsi Trinitas) = 8 (Nama-Nya Yesus)
  • 1 + 5 + 3 = 9, Berkuasa atas Akhir Zaman/Penghakiman Terakhir
    1 (Alllah) + 5 (Rahmat/Mediasi) + 3 (Fungsi Trinitas) = 9 (Berkuasa
    atas Akhir Zaman/Penghakiman Terakhir)

KESIMPULAN

153 = Allah hadir sebagai Manusia, nama-Nya Yesus, Berkuasa atas Akhir Zaman/ Penghakiman Terakhir

Haleluya, sungguh dasyat dan luar biasa Tuhan Yesus, Firman-Nya untuk selama-lamanya. Dari jumlah angka 153, jumlah Ikan Petrus yang berada dalam jala hasil tangkapan yang di perintahan Tuhan Yesus kita paham dan juga mengerti makna sesungguhnya dari santapan lezat Ikan Petrus. Juga
ingatlah, bahwa, Tuhan Yesus sendiri yang memanggil dan mengajak para murid-Nya untuk mereka sarapan pagi. "Marilah dan sarapanlah…"  [Yoh 21: 12]. Jika Tuhan memerlukan hanya 3 ekor Ikan Petrus untuk Dia mengajak murid-mudrid-Nya sarapan,  itu artinya masih ada banyak sekali tersisa Ikan Petrus di dalam jala, Saat ini Tuhan Yesus juga sedang menantikan Anda dan saya, untuk dapat sarapan Ikan Petrus bersama-Nya, untuk kemudian mengutus Anda dan saya, seperti Ia mengutus Petrus menggembalakan domba-domba-Nya.

Haleluya...  Terpujilah Tuhan Pencipta langit dan Bumi, sungguh memang bukan hanya omong kosong kepopuleran lezatnya Ikan Petrus…

In His Srervice,
Terpujilah Allah Semesta Alam...
Haleluya, Amin!

 
 
Catatan:
Tulisan diatas diambil dari beberapa referensi studi Alkitab dan/atau artikel singkat tentang sejarah Tanah Perjanjian. Untuk mengetahui lebih lanjut kami juga menyiapkan linked sumber-sumber referensi tersebut untuk dapat Anda kunjungi langsung. Namun untuk mengetahui lebih dalam janji-janji-Nya bacalah Alkitab Anda, berdoalah untuk memperoleh bimbingan Tuhan agar pintu hati dan iman Anda dibukakan-Nya. Lalu, jika Anda memiliki kesempatan dan kekuatan, datang dan saksikanlah sendiri Tanah Perjanjian Tuhan, Yerusalem dan sekitarnya (Tanah dimana Tuhan Yesus pernah dilahirkan, melayani dan mati bagi Anda dan saya). Lihatlah apakah janji-janji-Nya masih dinyatakan sampai hari ini? dan shalomholyland.comm berkenan mengantar Anda ke tanah penjanjian Tuhan kita yang dasyat itu. Bersama-sama kita akan belajar dan mengetahui bahwa janji Tuhan itu tetap untuk selama-lamanya, "Sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya".

Baca juga:
  • Rindu pada kediaman Allah (Mazmur 84:1-13)
  • Sion, (Alkitab Edisi Studi, LAI Jakarta - 2010, Hal. 1084)
  • Yerusalem, (Alkitab Edisi Studi, LAI Jakarta - 2010, Hal. 489 )
  • Orang Israel Kembali dan Membangun Lagi Bait Allah, (Alkitab Edisi Studi, LAI Jakarta - 2010, Hal. 794)
  • Yerusalem yang baru, [Wahyu 21:9-22:5]
  • *) http://www.biblestudy.org/bibleref/meaning-of-numbers-in-bible/introduction.html
  • *) http://www.jesus8880.com/index.htm
  • *) http://www.johnestorge.com/2011/05/05/153-a-symbolic-number/
  • http://www.cookingwiththebible.com/reader/Default.aspx/GR3410-3387/meal/

Check & See Also On Our Hotlines & Social Networking Service:
 
 Hotlines Service : +6282112333359 +628782400456
 Pin BBM: 7641C6ED
 Yahoo Messenger: shalomholyland
 Email : shalomholyland@yahoo.com
 twitter : https://twitter.com/@shalomholyland 


Informasi Cuaca Holyland & Sekitarnya
Click for weather Click for weather. Click for weather.
     
Click for  weather. Click for weather. Click for weather.