BIAYA & JADWAL KEBERANGKATAN
Situs - Situs Kunjungan
Egypt - Mesir
Israel - Palestina
Yordania
TIPS PERJALANAN ZIARAH
OLEH2 DARI TANAH PERJANJIAN
PENERBANGAN & HOTEL
SYARAT & KETENTUAN
INFORMASI NILAI TUKAR RUPIAH



page hit counter
H a i f a
Beranda Israel - Palestina H a i f a

Haifa. Dalam bahasa Ibrani: חֵיפָה,  pengucapan:  [χeifä], Hefa; bahasa Arab: حيفا Ḥayfā adalah kota terbesar  di utara Israel , dan juga kota ketiga terbesar di negara itu, dengan populasi lebih dari 265.000.  300.000 orang lainnya tinggal di kota yang berbatasan langsung dengan kota termasuk kota-kota di Krayot, Tirat Carmel, Daliyat al-Karmel dan Nesher. Populasi Haifa dihuni, 70% adalah Yahudi, dimana lebih dari seperempat dari mereka adalah imigran Uni Soviet, sedangkan 6% nya adalah orang Arab Kristen, 4% Islam dan lainnya 20%. Haifa juga Pusat kepercayaan aliran Baha'i yang dibangun di lereng Gunung Carmel

Haifa adalah sebuah kota teluk di Laut Mediterania. Dan berfungsi sebagai kota pelabuhan pusat industry utama negara Israel. Ada suatu pepatah Israel yang populer tentang kota ini yaitu: "Sementara Tel Aviv bermain, Yerusalem berdoa Tapi Haifa bekerja!".
Sejarah permukiman di kota ini mencakup lebih dari 3.000 tahun.  Awalnya kota ini dikenal sebagai Tell Abu Hawam, sebuah kota pelabuhan kecil yang didirikan di Zaman Perunggu Akhir (abad ke-14 SM). Pada abad ke-3 M, Haifa dikenal sebagai pusat pembuat pewarna. Selama berabad-abad, kota ini telah berpindah tangan: Haifa telah ditaklukkan dan dikuasai masing-masing oleh Funisia, Ibrani, Hasmoneans, Roma, Bizantium, Arab, Tentara Salib, Utsmani, Inggris, dan Israel. Sejak berdirinya Negara Israel pada tahun 1948, Haifa berfungsi sebagai kota madya dari Israel.

Seperti kebanyakan Kota di Israel, Haifa telah dihuni sejak zaman kuno. Elia menjadi figur yang sangat terkenal awal kependudukan kota ini. Di kota ini tetapnya di Gunung Karmel, Elia mengumpulkan, menantang dan mengalahkan 450 nabi baal dan 400 nabi asyera. Elia yang takut dan kuatir akan dibunuh oleh Raja Ahab karena seluruh nabi Israel telah dibunuhnya, dan hanya tersisa dia sendiri, bersembunyi di Sungai Kerit [Baca: 1 Raja2 17: 1-6]. Tercatat juga Elia ingin mengakhiri hidupnya karena keputusasaan yang sedemikian, tetapi Allah berkehendak lain atas Elia.

Elia kelihatannya lebih menderita lagi ketika Sungai Kerit menjadi kering dan Elia harus menumpang di rumah seorang janda di Sarfat yang kekurangan, yang hanya memiliki segenggam tepung dalam tempayan yang akan diolahnya untuk makan bagi dirinya dan anaknya. Tetapi firman Tuhan melalui Elia “Tepung dalam tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itupun tidak akan berkurang sampai pada waktu Tuhan memberikan hujan keatas muka bumi” [Baca: 1 Raja2 17: 7-16], sebab Allah Israel yang berfirman demikian. Tidak hanya sampai disitu, Elia juga protes kepada Allah dan menanyakan maksud mengapa anak janda yang ditumpanginnya sakit dan Tuhan mengambilnya nyawanya [Baca: 1 Raja2 17: 17-24]. Tuhan adalah Allah yang cemburu yang menginginkan kita memuliakan-Nya, yang menginginkan kita mengingat-Nya untuk hal-hal diluar batas kemampuan dan logika kita. Ia juga menginginkan kita mengetahui, jika kita berjalan dengan pencipta langit dan bumi, tidak perlu ada yang dikuatirkan, tidak ada yang perlu ditakutkan, karena tidak ada yang mustahil bagi-Nya sepanjang Ia berkenan dengan apa yang kita lakukan. Itulah sebabnya Ia mengambil nyawa anaknya, agar janda itu bersyukur dan memulikan nama-Nya.
Masih kurang dari itu, kali ini Elia dihadapkan pada situasi dimana ia harus melakukan dan membuktikan sesuatu yang benar dihadapan 450 nabi baal dan 400 nabi asyera [Baca: 1 Raja2 18:19-40] yang kemudian dikalahkan dan dihukumnya di Sungai Kison.

Bagi kita umat Kristen kisah Nabi Elia menguatkan iman percaya dan memiliki makna yang mendalam khususnya, ingin mengingatkan bahwa berjalan bersama pencipta langit dan bumi tidaklah seindah seperti yang kita inginkan, karena Ia memiliki rencana-Nya sendiri bagi kita dan menginginkan kita menjadi berguna bukan hanya kepada diri sendiri, tetapi juga bagi orang di dekat kita, bagi mereka yang membantu kita, bagi bangsa dan bagi Negara.

Kisah tentang Nabi Elia tidak berhenti sampai disitu, di dalam Alkitab Perjanjian Lama terakhir figur Nabi Elia disebut oleh Maleakhi yang menubuatkan pengutusan Yohanes Pembaptis sebagai Elia [Matius 17: 10-13], yang akan datang sebelum "hari yang besar dan dahsyat" [Maleakhi 4: 5-6]. Dalam masa pelawatan Tuhan Yesus di bumi Nabi Elia juga merupakan figur kudus yang berdampingan dengan Musa saat Tuhan Yesus dipermuliakan diatas Gunung Tabor. [Matius 17: 3-6]. Secara implicit dinubuatkan, Elia dan Musa (setidaknya Roh Elia dan Musa) juga akan muncul lagi pada akhir zaman untuk menjadi Dua saksi Allah [Wahyu 11: 1-13].

In His Service,
Terpujilah Allah Semesta Alam...
Haleluya, Amin!
 
Catatan:
Tulisan diatas diambil dari beberapa referensi studi Alkitab dan/atau artikel singkat tentang sejarah Tanah Perjanjian. Untuk mengetahui lebih lanjut kami juga menyiapkan linked sumber-sumber referensi tersebut untuk dapat Anda kunjungi langsung. Namun untuk mengetahui lebih dalam janji-janji-Nya bacalah Alkitab Anda, berdoalah untuk memperoleh bimbingan Tuhan agar pintu hati dan iman Anda dibukakan-Nya. Lalu, jika Anda memiliki kesempatan dan kekuatan, datang dan saksikanlah sendiri Tanah Perjanjian Tuhan, Yerusalem dan sekitarnya (Tanah dimana Tuhan Yesus pernah dilahirkan, melayani dan mati bagi Anda dan saya). Lihatlah apakah janji-janji-Nya masih dinyatakan sampai hari ini? dan shalomholyland.comm berkenan mengantar Anda ke tanah penjanjian Tuhan kita yang dasyat itu. Bersama-sama kita akan belajar dan mengetahui bahwa janji Tuhan itu tetap untuk selama-lamanya, "Sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya".

Baca juga:
  • Rindu pada kediaman Allah (Mazmur 84:1-13)
  • Sion, (Alkitab Edisi Studi, LAI Jakarta - 2010, Hal. 1084)
  • Yerusalem, (Alkitab Edisi Studi, LAI Jakarta - 2010, Hal. 489 )
  • Orang Israel Kembali dan Membangun Lagi Bait Allah, (Alkitab Edisi Studi, LAI Jakarta - 2010, Hal. 794)
  • Yerusalem yang baru, [Wahyu 21:9-22:5]
  • http://en.wikipedia.org/wiki/Haifa
  • http://www.sacred-destinations.com/israel/haifa

Check & See Also On Our Hotlines & Social Networking Service:
 
 Hotlines Service : +6282112333359 +628782400456
 Pin BBM: 7641C6ED
 Yahoo Messenger: shalomholyland
 Email : shalomholyland@yahoo.com
 twitter : https://twitter.com/@shalomholyland 


Informasi Cuaca Holyland & Sekitarnya
Click for weather Click for weather. Click for weather.
     
Click for  weather. Click for weather. Click for weather.